Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2013

Ketidakjelasanku dan Lagu Anak-Anak

Duh, padahal baru tiga hari libur semester udah lupa hari.. -_- hari ini, *cek kalender dulu, oh iya. hari kamis, tiba-tiba saja banyak tugas yang harus saya kerjakan. Bibi saya tiba-tiba datang ke rumah, dan tiba-tiba nyuruh saya bikin file presentasi buat dia pakai nanti sore, dia jadi pembicara di suatu acara. Laptopnya rusak, jadi dia gak bisa bikin file presentasi sendiri. Yaaa, daripada liburan saya cuma diisi tidur sama online di sosmed, dengan senang hati deh saya terima pekerjaannya. Dari mulai membuat power point yang memerlukan waktu berjam-jam untuk selesai, lalu mengirim filenya langsung melalui e-mail pada salah satu rekan bibi saya itu. Ditengah pekerjaan yang sedang saya tekuni, saya menguping pembicaraan mama dan bibi saya itu. mereka sedang membicarakan tentang acara kenaikan kelas untuk TK, TPA, dan Madrasah Diniyah yang akan diisi dengan penampilan seni anak-anaknya. Karena memang, keluarga saya mengelola sebuah Yayasan Pendidikan Islam. Biasanya, acara itu diisi ...

ich liebe Deutsch, wie ich dich liebe---Teil 7

Teil 7 : The Power Rangers Hari ini cerah sekali. Awan-awannya putih dan langitnya benar-benar biru. Aku suka sekali dengan langit. Aku masih ingat setiap kali cuaca sedang cerah, Karin selalu mengajakku tiduran di balkon sambil menatap langit. Bagaimanapun usahaku untuk melupakannya, langit selalu mengingatkanku akan Karin, bukan hanya karena kenangan itu, namun juga menurutku Karin adalah gambaran sesosok langit yang hidup, dimana dia dengan mudah mengungkapkan perasaan yang sedang dialami ketika itu juga. Menangis, bersedih, marah, senang, dia luapkan dengan mudah di depanku, seperti langit ketika hujan, badai, atau cerah seperti hari ini. Berbeda denganku, yang sangat memegang teguh prinsip manusia, memegang teguh budaya hipokritis, atau munafik sekalipun aku tidak pernah ingin melakukannya. Aku ingin seperti Karin, seperti langit. Aku termangu di depan pintu gedung, menatap langit lumayan lama. Sampai-sampai aku tidak sadar bahwa badanku menghalangi akses masuk keluar...

Ich liebe Deutsch, wie ich dich liebe---Teil 6

Teil 6 : die Wahrheit (The Fact) “mau pada makan apa nih?” tanya Rumi pada kami berempat, aku, Tasya, mbak Rani, dan mbak Eva. “aku mau pesen soto betawi. Mau sekalian juga ga dipesenin?” tawarnya. Untuk sementara kami terdiam, berpikir. “Ya, aku juga soto deh...” jawabku. “aku sama Eva biar pesen aja sendiri.” Jawab mbak Rani. “kalau aku samain aja sama lo, sama Legi. Soto juga...” Tasya pun sudah memilih. Rumi mengangguk lalu memesan 3 porsi soto Betawi di kedai makanan khas Jakarta di sebelah kiri dari tempat kami duduk. Sedangkan mbak Rani dan Eva pergi ke arah depan, menuju kedai makanan Jepang. Sekitar 10 menit menunggu, makanan yang kami pesan sudah datang. Aku memesan jus Apel untuk minumnya, sedangkan semuanya memesan jus Alpukat. Aku gak suka alpukat. Apalagi kalau dijus. Lihat sendiri kan? Bentuknya kalau dijus jadi kaya gimana? Menurutku... maaf nih ya, mirip ingus. Eeeewww... “Eh Leg, kok lo mau sih nyalon?” tanya Tasya tiba-tiba. Bel...