Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2013

Ich liebe Deutsch, wie ich dich liebe---Teil 4

Teil 4 : die Torte (The Cake) Hari ini, hari Jumat. Belum genap satu Minggu aku tinggal di Jakarta, mama sudah meneleponku subuh-subuh. Katanya, mama akan menengokku. Karena masih subuh sekali, aku yang masih setengah sadar hanya mengiyakan saja ucapannya. Setelah mengumpulkan cukup nyawa, setelah mama menelepon, akhirnya aku sadar bahwa kamarku Berantakan sekali. Jam 5 subuh ini akhirnya aku terpaksa membenahi kamar yang sudah seperti kapal pecah setelah sebelumnya sholat subuh. Untungnya, hari ini hanya ada satu mata kuliah dan dimulai jam 10. Jadi, masih bisa untuk benah-benah dengan santai. Mama dan papa mungkin akan sampai siang nanti. Dan aku bilang, aku akan menemui mereka di kampus. Ternyata, tidak perlu memakan waktu lama untuk membenahi kamarku yang Berantakan ini. Hanya dalam waktu setengah jam saja semuanya sudah kembali rapi. Masih ada sisa beberapa jam untuk santai-santai sampai jam 10 nanti. Aku turun ke dapur, membuat segelas susu hangat dan membawa...

Ich liebe Deutsch, wie ich dich liebe---Teil 3

Teil 3 : das ist nur zum Spaß *dibaca das ist nur tsum Schpass (Itu hanya iseng) “Leg, Jerry itu suka sama lo ya?” tanya Tasya tiba-tiba ketika aku, dan dia sedang duduk di kursi koridor setelah sebelumnya mengobrol. Aku hanya mengangkat bahuku, pertanda tidak tahu. Tasya melanjutkan ucapannya “gue lihat dia suka curi-curi pandang sama lo, sambil senyum-senyum lagi...” Sambil menarik nafas, aku berkata “sebenarnya dia pernah ngajak aku makan bareng. Cuma aku tolak, karna aku bawa bekal. Terus...” ucapku terpotong. Tasya menatapku menunnggu aku melanjutkan. “terus, dia bilang suka sama cewek pemalu...” Tasya menengadahkan wajahnya setelah mendengar ucapanku. “hahaha, itu artinya dia suka sama lo...” dia lalu menatapku “terus lo sendiri suka ga sama dia?” “nnngg, aku gak ada rasa sama sekali sama dia...” jawabku. Tasya menarik nafas, wajahnya cemberut. “keluarganya Jerry itu kaya loooh...” ucapnya. Aku kembali mengangkat bahuku, pertanda tidak peduli. “apa lo suka ...