Ich liebe Deutsch, wie ich dich liebe Prolog
Heyo!! sorry udah lama gue gak posting blog lagi. Baru sekarang deh gue muncul. kali ini, gue pengen bikin cerbung yang dlam cerbung itu ada pelajaran bahasa Jermannya. temanya ceritanya siiih tema cerita yang picisan. tentang remaja dan cinta. hahaha, gue bukan seseorang yang pintar cerita soalnya.
Judulnya "Ich liebe Deutsch, wie ich dich liebe" artinya apa? artinya "aku cinta Jerman, seperti aku mencintaimu" hahaha gombal memang. but, just enjoy it. gombal gak gombal semoga terhibur dengan cerita gue
Prolog
Hai, mentega. Apa kabarmu? Sudah hampir 1 tahun
kita tidak bertemu. Sekarang, sesuai permintaanmu. Aku sudah belajar dengan
giat, dan berhasil masuk perguruan tinggi negeri. Aku tidak tahu kamu di mana,
atau apa yang sedang kamu lakukan sekarang. Aku juga tidak tahu alasanmu
meninggalkanku karena apa. Tetapi aku yakin kamu tahu dan kamu melihat bahwa
apa yang telah aku perjuangkan selama ini telah tercapai. Kamu, cepatlah
kembali. Aku kangen, dan sangat rindu padamu. Aku kesepian di sini...
Salam lengket untuk mentega,
Dari Strawberry jam J
PS : Strawberry-strawberry di taman belakang
sudah berbuah. Aku ingin memetiknya bersamamu.
Kamu temanku selamanya. Mentega dan Strawberry
jam. Karin dan Legi.
Kutemukan surat itu dibawah bantalku, pada hari
terakhirku berada di rumah. Aku sudah rapi mengemas semua barang-barang dan
keperluan. Aku teringat dengan sesuatu yang aku sendiri sudah tidak terlalu
mengharapkannya. Surat itu, kutulis 1 bulan lalu. ketika pengumuman hasil
SNMPTN keluar. Aku ingin berbahagia bersama dengan sahabatku, Karin si mentega.
Namun sejak penantianku dari 1 tahun lalu, aku
belum pernah bertemu dengannya lagi. Dan waktu kutulis surat itu 1 bulan lalu
aku sadar bahwa dia sudah benar-benar meninggalkanku. Aku urungkan untuk
mengirimnya kepada angin yang aku yakin akan menyampaikan surat itu padanya.
Aku sudah beranjak dewasa sekarang. Aku
benar-benar sadar bahwa beberapa tahun ke belakang aku benar-benar seseorang
yang bodoh yang bisa berteman dengan angin. Aku remas-remas kertas itu dan
kubuang ke tong sampah di kamarku. Kini lengkaplah, aku yang tidak punya
siapa-siapa harus berusaha sendiri di kota orang.
Selamat tinggal Karin, selamat tinggal
Bandung...
ok berhubung saya sudah memberi komentar, kali ini saya hanya coba-coba xD
BalasHapus#gak penting banget .__.v
hahaha yaa deh
Hapus